Ah, sudah lama tak menghiasi blog ini dengan tulisan-tulisan... Mari menulis lagi ^_^
Semoga bisa jadi perenungan, sebenernya ini didapat dari 3 tahun yang lalu, hanya blom sempet di publish aja, selamat membaca :)
Semoga bisa jadi perenungan, sebenernya ini didapat dari 3 tahun yang lalu, hanya blom sempet di publish aja, selamat membaca :)
***
Hai
manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Tuhan, tidak membaca Do’a, tidak sholat. Ini bagus sekali karena waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk mengingat Tuhan.
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Tuhan, tidak membaca Do’a, tidak sholat. Ini bagus sekali karena waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk mengingat Tuhan.
Sesungguhnya
engkau tidak membuang-buang masa. Pagi ini aku lihat engkau tidak berdoa
setelah bangun. Bagus sekali!!! Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah
sahabatku yang budiman. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan
tidur. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok
yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih
dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah sayangku seperti puteri kayangan.
Aku
lihat engkau jarang-jarang mengambil air Wudhlu dan bangun tengah malam untuk
bermunajat pada Tuhan. Ini bagus sekali karena engkau tidak membazirkan pikiran
dan tidak mengurangi waktumu. Aku lihat engkau tak pernah mengucap do’a waktu
mau makan n mengucap syukur sewaktu selesai makan. Ini bagus, karena engkau tidak
memenatkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut “thanks
God, Alhamdulillah”. Ini bagus juga..
Semalam
ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia suruh pergi
tanpa engkau memberikan uang sesen ataupun seteguk air. Ini sangat bagus dan
terpuji, karena engkau tidak membuang-buang uang dan tak membazirkan rezekimu
yang melimpah-ruah yang diberi Tuhan kepadamu. Engkau seorang yang cerdas
mengatur keuangan. Biarlah rezeki engkau untuk kegunaan engkau seorang, berholiday
dan membeli kemewahan- kemewahan dunia. Aku lihat bila engkau bertemu dengan
sahabat handaimu, engkau tidak mengucapkan salam. Engkau mengucapkan “What’s up
brow!” Ini bagus juga karena engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti bahasa
Inggris.
Engkau
telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu
engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku. Di akhirat nanti, engkau dan
aku dapat berjalan bersama-sama … . kita berpegang-tangan … menuju Neraka. wkkk
wkk hahaaaahaaaaa
NB:
Jangan beritahukan surat ini pada siapapun jika kamu masih menyayangiku dan
bersedia selamanya menjadi sahabatku. Kita akan hidup abadi di akhirat
bersama-sama, menyelami Neraka.
TTD
Sahabatmu Yang Tercinta.
Devil from Hell
Sahabatmu Yang Tercinta.
Devil from Hell
*Copas dari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar