Postingan edisi #PHP
terinspirasi karena denger curhatan temen semalam. Sekedar berbagi kesimpulan pribadi, semoga ga salah. Check this out 😉
PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Pasti udah pada sering denger istilah ini
kan? biasanya istilah ini rentan kaitannya dg masalah percintaan #eea.
Gambarannya, si "pelaku" memberikan kebaikan atau perhatian lebih ke si
"korban". Entah dg tujuan apa, yg jelas setelah itu ga ada follow
up dr si "pelaku". Alhasil, si "pelaku" nampak biasa2 aja, sehingga si
"korban" kesel yg pada akhirnya --> ngejudge "dasar PHP". Nah loh....
tp sebelum negative thinking, mari kita liat dari sisi yg berbeda 😌
Menurut saya, PHP itu GA ADA. Catet yak, klo perlu garis bawah, cetak miring, plus di bold justru yang ada tuh ILUSI HATI. Ilusi hati lah yg membuat pikiran si "korban" melanglang jauh, jauuuhhh sampe ke angkasa luar *lebay*, memberikan
penafsiran yg salah dan mengartikan yg lebih. Bisa ditarik kesimpulan,
sebenarnya "pelaku" PHP bs jadi FIKTIF. Karena bs jadi dia emang kayak gitu ke
semua orang. I mean, itu sudah jd sifatnya (re: baik ke semua org). Nah yang
PASTI ADA tuh sifat GEER "korban", yang notabene ada di semua manusia.
Jadi, sebelum menyalahkan orang lain,
lihat dulu ke dalam dirimu. Renungi dg baik. Itulah ilusi hati, yg
melaluinya lah syaithan mengambil peran. Makanya kita perlu beristighfar. Astaghfirullahal 'adzhiim.
Jangan mau terperdaya. Jerat syaithan itu bnyk macamnya. Ilusi hati
salah satunya. Udah ngarep2 tinggi, eh taunya salah --> kecewa deh.
kesian 😛
*untung ga pernah ngerasa di PHP ini untuk hal kayak gini* AlhamduliLlah
Hati2 ya kawan, kekecewaan itu dekat dg keputusasaan loh. hiiy... 💀
Kesimpulan mengenai ilusi hati ini, saya dapat ilmunya dari bang Tere Liye.
Semoga bermanfaat ya. Jadi.... "hati-hati dengan hati" ya 😁
Stop Dreaming Start Action
Matahari terbenam di suatu tempat, hanya untuk terbit di tempat lain... Percayalah, dia tak pernah benar-benar menghilang ^_^
Rabu, 20 Maret 2013
Minggu, 20 Januari 2013
SURAT BALASAN UNTUK SETAN
Klo tadi si "setan" dah ngirim surat, skrg gantian dibales ya... kan ga sopan klo ga dibales, hehe ^_^
***
Kalau
ama setan, bahasanya ngga usah sopan-sopan. Pake bahasa gua-elu aja
Eh
Setan…
Gua denger dari Pak Ustadz, katanya sekarang banyak dari lu pada nganggur? Kenapa? Udah ngga ada kerjaan?
Gua denger dari Pak Ustadz, katanya sekarang banyak dari lu pada nganggur? Kenapa? Udah ngga ada kerjaan?
Memang
sih dari dulu lu benci banget ama seluruh umat manusia? Emang kenapa sih, lu
ngga suka banget sama kakek moyang gua? Apalagi pas Tuhan ngejadiin kakek
moyang gua khalifah, pemimpin semua makhluk? Apa karena kita ini dibuatnya dari
tanah dan lu dari api? Emang kalau dari api kenapa? Emang kalau dari tanah
kenapa?
Atau
lu cemburu ya sama Tuhan, karena bukan kakek moyang lu, yang namanya iblis itu
yang kepilih? Dasar setan, ama Tuhan aja ngelawan
Tapi,
kok Pak Ustadz bilang kalau lu itu efisien waktu ya?
Pantesan
aja, pas dikutuk Tuhan turun untuk menjadi penghuni neraka jahanam, lu ngga
nunggu waktu lama-lama ya? Langsung tancap gas ngegodaain kakek dan nenek
moyangku, hingga mereka turun ke dunia yang kami tempatin saat ini.
Gua
denger, lu juga konsisten ya? Terutama kalau soal ngengodain umat manusia untuk
nemenin lu ke neraka. Lu kerahin semua yang lu bisa untuk menggoda manusia.
Konsistensi lu emang yahud. Yang namanya udah dikutuk, emang gitu kali ya?
Konsisten karena ngga ada pilihan. Hahahahaha.
Eh
Setan…
Katanya di kalangan lu sekarang banyak yang nganggur? Beneran? Kenapa? Apa karena lu udah cape? Atau udah cukup jumlah temen lu di neraka sana?
Katanya di kalangan lu sekarang banyak yang nganggur? Beneran? Kenapa? Apa karena lu udah cape? Atau udah cukup jumlah temen lu di neraka sana?
Gua
baru tau jawabannya ketika dalam tayangan televisi, gua liat ada razia ‘tempat
hiburan malam plus plus’ pas bulan Ramadhan kemarin. Ketika semua orang pada
ibadah, tempat hiburan malam itu tetap buka dan melayani syahwat para
pengunjungnya.
Nah,
kata Pak Ustadz, pada bulan Ramadhan itu semua setan dibelenggu, ngga bisa
godain manusia. Kalau mereka yang berbuat dosa itu ngga lu goda, jadi kenapa
mereka berbuat dosa? Berarti mereka udah sama dong sama lu? Mereka sudah jadi
setan juga dong kalau begitu? Casingnya aja yang manusia.
Hiiii,
ngeri juga ya. Berarti, setan yang ber-casing manusia itu ada dimana-mana dong?
Yang punya uang tapi masih korupsi? Yang punya isteri atau suami tapi masih
selingkuh? Mungkin yang mukanya baik hatinya nggak? Atau yang lebih parah,
hatinya ngga baik plus mukanya ngga baik juga?
Jadi,
mungkin saja kumpulan manusia kolektif yang saat ini sedang membantai saudara
gua di jalur Gaza sana itu dari bangsa lu juga? Mereka udah kesetanan soalnya,
hilang kemanusiaannya. Mungkin itu temen-temen lu ya yang lagi nyamar jadi
manusia. Ngga tau diri tuh orang-orang.
Gua
ngerti sekarang, pantesan aja para setan banyak yang nganggur. Tanpa digoda
pun, banyak manusia sudah jadi setan. Kalau di dunia manusia, pengangguran itu
merugikan. Nah, kalau di dunia lu para setan, kalau banyak setan nganggur
karena udah ngga ada kerjaan buat godain manusia lagi, lu pada rugi nggak?
Setan,
gua ngga pengen lu nganggur
Gua memohon sama Tuhan, bahwa lu harus bekerja keras buat godain temen-temen gua yang selalu memohon perlindungan-Nya, berusaha terus untuk mendekat kepada-Nya. Gua yakin lu ngga akan seneng kalau ngeliat temen-temen gua banyak bersedekah. Mereka ngga cuman punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), tapi juga punya NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat). Gua yakin, lu pasti keringetan godain orang-orang kampung yang miskin tapi nabung rupiah demi rupiah untuk pergi ke rumah-Nya.
Gua memohon sama Tuhan, bahwa lu harus bekerja keras buat godain temen-temen gua yang selalu memohon perlindungan-Nya, berusaha terus untuk mendekat kepada-Nya. Gua yakin lu ngga akan seneng kalau ngeliat temen-temen gua banyak bersedekah. Mereka ngga cuman punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), tapi juga punya NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat). Gua yakin, lu pasti keringetan godain orang-orang kampung yang miskin tapi nabung rupiah demi rupiah untuk pergi ke rumah-Nya.
Sori
ya kalau gua sering ngga nanggepin lu. Gua ngga pengen jadi temen lu di neraka.
Apalagi gua mesti jagain anak isteri gua supaya ngga ikutan lu juga.. Satu lagi
yang mesti lu inget, lu harus bekerja ekstra keras godain temen-temen gua yang
disayangi-Nya.
Selamat
berjuang! Semoga gua ngga ketemu ama lu di akherat kelak.
Yang
pasti, selamat deh dengan kepastian lu masuk neraka! Kesian deh lu :p
*copas dari
ecca_maniez114@yahoo.co*
SURAT DARI SETAN
Ah, sudah lama tak menghiasi blog ini dengan tulisan-tulisan... Mari menulis lagi ^_^
Semoga bisa jadi perenungan, sebenernya ini didapat dari 3 tahun yang lalu, hanya blom sempet di publish aja, selamat membaca :)
Semoga bisa jadi perenungan, sebenernya ini didapat dari 3 tahun yang lalu, hanya blom sempet di publish aja, selamat membaca :)
***
Hai
manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Tuhan, tidak membaca Do’a, tidak sholat. Ini bagus sekali karena waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk mengingat Tuhan.
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Tuhan, tidak membaca Do’a, tidak sholat. Ini bagus sekali karena waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk mengingat Tuhan.
Sesungguhnya
engkau tidak membuang-buang masa. Pagi ini aku lihat engkau tidak berdoa
setelah bangun. Bagus sekali!!! Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah
sahabatku yang budiman. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan
tidur. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok
yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih
dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah sayangku seperti puteri kayangan.
Aku
lihat engkau jarang-jarang mengambil air Wudhlu dan bangun tengah malam untuk
bermunajat pada Tuhan. Ini bagus sekali karena engkau tidak membazirkan pikiran
dan tidak mengurangi waktumu. Aku lihat engkau tak pernah mengucap do’a waktu
mau makan n mengucap syukur sewaktu selesai makan. Ini bagus, karena engkau tidak
memenatkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut “thanks
God, Alhamdulillah”. Ini bagus juga..
Semalam
ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia suruh pergi
tanpa engkau memberikan uang sesen ataupun seteguk air. Ini sangat bagus dan
terpuji, karena engkau tidak membuang-buang uang dan tak membazirkan rezekimu
yang melimpah-ruah yang diberi Tuhan kepadamu. Engkau seorang yang cerdas
mengatur keuangan. Biarlah rezeki engkau untuk kegunaan engkau seorang, berholiday
dan membeli kemewahan- kemewahan dunia. Aku lihat bila engkau bertemu dengan
sahabat handaimu, engkau tidak mengucapkan salam. Engkau mengucapkan “What’s up
brow!” Ini bagus juga karena engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti bahasa
Inggris.
Engkau
telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu
engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku. Di akhirat nanti, engkau dan
aku dapat berjalan bersama-sama … . kita berpegang-tangan … menuju Neraka. wkkk
wkk hahaaaahaaaaa
NB:
Jangan beritahukan surat ini pada siapapun jika kamu masih menyayangiku dan
bersedia selamanya menjadi sahabatku. Kita akan hidup abadi di akhirat
bersama-sama, menyelami Neraka.
TTD
Sahabatmu Yang Tercinta.
Devil from Hell
Sahabatmu Yang Tercinta.
Devil from Hell
*Copas dari
Minggu, 02 September 2012
TIPS AMAN MEMILIH KOSMETIK
1. Jenis Kulit
Ketahui dengan benar jenis kulit. Pilih kosmetik, seperti pelembab, foundation, atau bedak yang sesuai jenis kulit.
2. Hentikan Berbagai Kosmetik Pribadi
Ketika menggunakan tester di tempat umum, gunakan pada area lengan. Jangan ke wajah untuk mengecek warna. Kemudian langsung di cuci kembali.
3. Alergy Testing
Sebelum membeli kosmetik, harus perhatikan kandungan kimia dalam kosmetik tersebut. Apabila kulit bermasalah, gunakan kosmetik untuk kulit sensitif yang kandungan bahan kimianya telah teruji.
4. Jauhi dari Matahari
Simpan kosmetik anda dalam tempat yang tertutup, wadah yang jauh dari panas atau sinar matahari.
5. Cermati Lama Penyimpanan Kosmetik
Jangan gunakan kosmetik apabila usianya sudah lebih dari dua atau tiga tahun, karena dapat menyebabkan infeksi pada kulit serta iritasi fatal.
Referensi :
Pelayanan Informasi Obat (PIO) Farmasi Universitas Jenderal Soedirman
Ketahui dengan benar jenis kulit. Pilih kosmetik, seperti pelembab, foundation, atau bedak yang sesuai jenis kulit.
2. Hentikan Berbagai Kosmetik Pribadi
Ketika menggunakan tester di tempat umum, gunakan pada area lengan. Jangan ke wajah untuk mengecek warna. Kemudian langsung di cuci kembali.
3. Alergy Testing
Sebelum membeli kosmetik, harus perhatikan kandungan kimia dalam kosmetik tersebut. Apabila kulit bermasalah, gunakan kosmetik untuk kulit sensitif yang kandungan bahan kimianya telah teruji.
4. Jauhi dari Matahari
Simpan kosmetik anda dalam tempat yang tertutup, wadah yang jauh dari panas atau sinar matahari.
5. Cermati Lama Penyimpanan Kosmetik
Jangan gunakan kosmetik apabila usianya sudah lebih dari dua atau tiga tahun, karena dapat menyebabkan infeksi pada kulit serta iritasi fatal.
Referensi :
Pelayanan Informasi Obat (PIO) Farmasi Universitas Jenderal Soedirman
Sabtu, 01 September 2012
FIRASAT INI
Saat itu langit mulai
kelam, matahari beranjak pergi tuk kembali ke peraduannya. Ah, sudah sore
rupanya. Aku tak ingat pastinya jam berapa saat itu, yang aku tahu birunya
langit belum tergantikan oleh warna jingga keemasan. Aku yang tengah menonton
tv sendirian di ruang keluarga dikejutkan dengan kedatangan lelaki tak dikenal.
Wajah lelaki itu sungguh asing bagiku. Dia membuka pagar rumahku tanpa izin
dariku dan memasuki rumah tanpa salam. Aku benar-benar terkejut karena kulihat
dia sudah berada tepat di belakangku.
“Kamu siapa???” tanyaku. Tapi dia hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanku. Aku berteriak, “Mamaaa…!!! Ada orang asing masuk ke rumah !! Maa…“. Aku benar-benar panik saat itu, tak tau harus berbuat apa untuk menghadapi lelaki yang sudah berdiri di depanku. Aku sungguh tak siap dengan kemungkinan yang akan terjadi kemudian. Seakan tersihir olehnya, akal ku buntu, tubuhku mematung. Aku hanya bisa berteriak meminta pertolongan. Ya, hanya itu cara yang bisa kulakukan.
Mama yang mendengar suaraku, keluar dari kamarnya. “Astaghfirullah, ini siapa dek? Kenapa bisa kamu biarin dia masuk? “ tanyanya panik. Mama pun merasakan keterkejutan yang serupa denganku. “Pasti kamu lupa kunci pintunya”, tambahnya dengan wajah panik.
“Kamu siapa???” tanyaku. Tapi dia hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanku. Aku berteriak, “Mamaaa…!!! Ada orang asing masuk ke rumah !! Maa…“. Aku benar-benar panik saat itu, tak tau harus berbuat apa untuk menghadapi lelaki yang sudah berdiri di depanku. Aku sungguh tak siap dengan kemungkinan yang akan terjadi kemudian. Seakan tersihir olehnya, akal ku buntu, tubuhku mematung. Aku hanya bisa berteriak meminta pertolongan. Ya, hanya itu cara yang bisa kulakukan.
Mama yang mendengar suaraku, keluar dari kamarnya. “Astaghfirullah, ini siapa dek? Kenapa bisa kamu biarin dia masuk? “ tanyanya panik. Mama pun merasakan keterkejutan yang serupa denganku. “Pasti kamu lupa kunci pintunya”, tambahnya dengan wajah panik.
Ya, aku akui itu memang kesalahanku yang lupa membuat
pintu tetap terkunci. Astaghfirullahal ‘adzhiim. Aku sangat menyesali
keteledoranku yang berujung seperti ini. Setelah kemunculan mama, aku seperti
terlepas dari sihir, tak lagi mematung. “Kita usir dia!” seru mama. Aku pun
langsung mendorong keluar lelaki tanpa identitas tersebut. Boro-boro
identitasnya, bahkan wajahnya pun tak nampak familiar bagiku. Aku dan mama
memaksa keluar lelaki tersebut, tapi itu sangat sulit. Kekuatan kami tak
sebanding dengannya. Rasanya tak mungkin menghadapi dia yang bertubuh tegap
lagi perkasa itu. Dengan susah payah kami mengusirnya, hingga akhirnya dia
berhasil kami usir keluar. Tak cukup dengan pengusiran tersebut, aku berteriak
meminta pertolongan tetangga sekitar karena saat itu yang terlintas dalam
benakku mereka bisa membantu kami dengan menangkap lelaki asing itu. Namun
rupanya itu hanya angan-anganku. Bantuan tak kunjung datang. Suasana di sekitar
sunyi senyap. Tak ada orang yang bisa kumintai pertolongan. Kepanikanku kembali
meningkat. Apalagi kulihat lelaki itu kembali mencoba masuk ke dalam rumah.
Namun, kepanikanku mencapai batas maksimum karena kulihat pisau dalam
genggamannya. Mata pisau itu memperlihatkan kilau ketajamannya. Bak mata elang
yang hendak menerkam mangsa, begitulah pisau itu siap menghunus orang.
“ Ma, ayo masuk ke dalam, cepetan..!!!” teriakku. Aku dan
mama langsung berlari ke dalam. “Tutup pintunya !!” ujarku. Aku berharap dengan
menutup dan mengunci pintu, setidaknya kami akan aman hingga bantuan lain
datang. Mudah-mudahan tidak akan ada korban diantara kami. Namun harapanku
harus pupus, saat ku lihat dia telah berdiri di depan pintu. Padahal pintu
belum tertutup sepenuhnya apalagi terkunci. Kami berusaha mendorong pintu
sekuat-kuatnya, tapi dia melakukan hal yang sama dari arah yang berlawanan.
Alhasil, terjadilah saling mendorong pintu kala itu.
Sungguh rasanya tak mungkin melawan kekuatan yang amat
besar dari lelaki tersebut. “Masya Allah, aku udah ga kuat lagi,” kataku,
“Sulit rasanya, Ya Rabb… tolonglah hambaMu ini.” Aku merintih. Namun, ku lihat
mama tak berkata apapun. Dia terus saja mendorong pintu, walaupun peluh
membanjiri tubuh dan tangannya pun telah gemetaran. Astaghfirullah… aku malu
pada diriku sendiri. Aku hanya bisa mengeluh tak kuat. Bahkan sempat terlintas
dalam benakku bahwa Allah SWT sungguh tidak adil, karena pertolonganNya yang
dijanjikan bagi orang mukmin tak kunjung datang. Astaghfirullah. Subhaanaka inni kuntu minadz dzholiimiin.
“Karena sesungguhnya Allah adalah pelindung
orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir tiada
mempunyai pelindung”(QS. Muhammad : 11).
Saking paniknya, aku lupa bahwa kakakku juga ada di dalam
rumah. Sadar akan ketidakberdayaan kami, aku memanggil kakakku untuk ikut
membantu. Lalu kami bertiga bersama-sama mendorong pintu agar segera tertutup.
Namun lagi-lagi kami tak sehebat itu. Ini memang terasa aneh. Orang macam apa
lelaki tersebut hingga memiliki kekuatan sebegitu dahsyatnya. “Apa… sebenernya
apa yang diinginkan lelaki itu, hingga dia memaksa ingin masuk ke dalam
rumah???” tanyaku dalam hati. Keadaan ini juga diperparah saat tangan kiri
lelaki tersebut berhasil menyelinap di sela pintu yang masih terbuka dan
mencengkram tangan kanan mama. Dia memaksa mama agar berhenti. Aku semakin
takut, merasa diri ini begitu lemah dan tak berdaya. Aku tak mengerti aoa yang
diinginkan oleh lelaki asing ini. Di tengah kepanikan, kulihat ayahku sedang
berbaring di tempat tidur dan bersandar pada bantal. Aku sungguh tak tau kalau
ada papa di dalam kamarnya yang tak jauh dari tempat kejadian saling dorong
pintu. Aku berharap dengan kekuatan papa yang notabene satu-satunya pria di
keluarga, kami dapat mengalahkan lelaki asing tersebut. “Papa…!!! Ayo bantuin”
pintaku, “Pa, kita lagi dalam bahaya. Ini kan tugas papa sebagai kepala
keluarga untuk melindungi. Jangan hanya berbaring aja!” Namun, papa tak
memberikan respon sedikit pun. Padahal jelas-jelas matanya menatapku, tapi dia
seakan mematung, diam membisu. Aku benar-benar kecewa. Aku benar-benar merasa
Allah SWT sangat jahat padaku. Semua harapanku pupus, pertolonganNya tak
kunjung datang. Banyak pikiran negatif berkelebat di benakku. Aku pun menangis
sejadi-jadinya….
Dingin….
Ya, dingin yang kurasa
di pipi. Rupanya air mata menetes deras dari kedua pelupuk mataku. Saat membuka
mata dan tersadar, kulihat keadaan sekeliling tak ada yang berubah. Dan…. Apa
ini? Kudapati diriku di kamar, padahal kejadian itu ada di ruang tamu, dekat
pintu masuk. Aku langsung berlari ke luar kamar. “Alhamdulillah…. Itu cuman
mimpi”, ujarku, “Astaghfirullah… mimpi macam apa itu? Terasa sangat nyata. Apa
artinya? Semoga itu hanya bunga tidur aja”. Walaupun itu hanya sebuah mimpi,
entah kenapa setiap kejadiannya masih terekam jelas di memori otakku. Ya, aku
mengingatnya sebagai nightmare, mimpi
buruk.
Hari-hari
berjalan seperti biasa. Namaku Liyan. Aku yang merupakan siswi kelas XII
semester pertama di SMA favorit di kotaku menjalankan rutinitas sehari-hari.
Mau tahu rutinitasku? Secara garis besar sih
sekolah, les hingga malam, lalu pulang ke rumah. Umum lah buat orang yang akan menghadapi UN dan SNMPTN. Hehehe… Eitss, tapi semua itu ga cukup, harus
disertai dengan doa, seperti shalat, tilawah, shodaqoh & amalan ibadah
lainnya. Karena hanya Allah ‘azza wa
jalla yang berkuasa atas segala sesuatu, jadi berdoa kepada-Nya adalah cara
yang paling jitu kan? Balik ke soal mimpi itu, ingin rasanya aku cerita ke
orang lain entang mimpi menyeramkan tersebut. Namun, aku urungkan ketika
kuingat salah satu hadist yang mengatakan bahwa mimpi buruk sebaiknya tak usah
dibicarakan.
“Dari Rasulullah
bersabda: … Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok : (1) Mimpi yang baik, yaitu
kabar gembira yang datang dari Allah. (2) Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi
yang datang dari syaithan. (3) Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri.
Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka
hendaknya dia bangun dari tidur lalu
mengerjakan sholat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada
orang lain!....” (HR : Abu Hurairah).
Entah hanya perasaanku saja, setelah mimpi tersebut aku
sering mendapati jantungku berdegup kencang secara tiba-tiba. “Perasaan apa
ini?” tanyaku dalam hati. Rasanya sangat sakit hingga aku sulit bernapas.
Pernah aku rasakan hal tersebut saat berada di dalam mobil temanku seusai les.
Anehnya, entah kenapa saat jantungku berdegup hebat, pikiranku selalu tertuju
pada ayahku. Aku selalu mengkhawatirkannya. Maklum saja, sedari kecil aku
lumayan sering mendengar kabar kecelakaan lalu lintas ayahku yang disebabkan
penyakit penyempitan pembuluh darah di otaknya. Penyakit itu membuat ayahku
kejang-kejang secara mendadak sehingga kecelakaan lalu lintas sangat mungkin
terjadi saat dia berkendara. Alhamdulillah, begitu leganya saat aku dengar
bahwa dia baik-baik saja saat ku hubungi. Lalu, “Kenapa ini?” tanyaku dalam
hati, “Apa aku sakit?”
“Aduh, astaghfirullah…. “, kataku saat berada di mobil
temanku seusai les. Kupegangi dadaku. Tepat di jantung. Meringis kesakitan.
“Kenapa Yan? Kamu sakit? Kok meringis gitu. Mukamu juga
pucat. Yan…. Yan.. Yan…!!!” teriak temanku.
Kira-kira seminggu telah berlalu. Bendera kuning telah
menghiasi jalan menuju rumahku, karangan bunga juga sudah bertengger di depan
rumah. Akhirnya aku mengetahui apa arti mimpi tersebut. Hari itu, 21 November
2010, ayahku resmi berpulang ke rahmatullah. Aku yang dijadwalkan mengikuti try out STAN di SMA ku tak lagi ingat.
Aku terlarut dalam kesedihan dan sesak di dada. Tiba-tiba hapeku berbunyi. SMS.
Rupanya dari sahabatku, Sita.
“Yan, kmu jd ikut TO kan?” tanyanya. Namun, hanya ku
balas singkat, “Enggak ta, aku ga bisa. Ayahku hari ini pulang ke rahmatullah.
Meninggal”. Lalu disusul telepon darinya, dan kuceritakan semuanya dalam
tangisan. Dalam sekejap kabar duka itu pun tersebar ke seluruh teman-teman dari
SD hingga SMA. Aku juga heran. Mungkin inilah keajaiban teknologi. Ayahku
mendapat serangan jantung mendadak pada dini hari. Padahal tiga hari sebelum
kepergiannya, kami sempat makan bersama di salah satu restoran Jepang. Tak ada
pesan, tak ada tanda akan kepergiannya, hingga aku teringat mimpi buruk
tersebut. Lalu, aku coba mentakwilkan mimpi tersebut. Mungkin pria yang sangat
ingin masuk ke dalam rumah meski aku, mama dan kakak mencoba menahannya adalah
penggambaran malaikat izrail yang akan mencabut nyawa. Lalu, papa yang
berbaring dan bersandar di tempat tidur, yang tidak bisa melakukan apa-apa
adalah keadaannya yang tak mampu menghindari kematiann saat berada di depan
mata. Rasa kecewa dan sedih hingga menangis sejadi-jadinya adalah keadaanku
hari itu.
“Sabar ya Yan, pasti Allah mempunyai rencana yang paling
indah buat kamu dan keluargamu”, begitulah yang mereka katakan, “Semoga Allah
memberikan tempat yang baik buat ayahmu dan mempertemukan kalian di
syurga-Nya”. Aku amin-kan setiap doa mereka. Sambil menahan tangis, kuceritakan
mimpi aneh kepada sahabat dan teman karibku.
Sekarang aku bisa menerimanya meski kepergian papa yang
tiba-tiba adalah shocking therapy bagi
keluargaku. Satu hal yang sangat aku syukuri, banyak orang yang datang ke rumah
untuk takziyah. Dari memandikan,
dikenakan pakaian akhirat, didoakan, disholatkan hingga dikebumikan. Begitu
banyak kemudahan yang Allah berikan, sungguh tak mempersulit kami. Begitu
berlimpah doa untuk papa. Subhanallah. Semoga ini pertanda papa adalah orang
baik dan kami keluarga yang baik-baik. Alhamdulillah. Aku sadari bahwa tak ada
daya dan kuasa diri ini menghadapi Allah Yang Maha Perkasa. Bahkan jika keluargaku
bersatu untuk melawan iradah Nya,
tetap tak akan bisa menandingi kekuasaanNya. Ternyata aku memang tak memiliki
apapun di dunia ini, semuanya hanya fana. Hanya Allah pemilik tunggal alam
semesta beserta isinya, termasuk papa. Dia yang telah menciptakannya dan aku,
menakdirkan kami bersama sebagai ayah dan anak, maka Dia berhak mengambilnya
dan aku, suatu saat nanti. “Yaa Allah, aku telah ikhlas menerima ujian
kesabaran ini, karena ku ingin naik kelas”. Aamiin 👼
Kamis, 12 Juli 2012
Salahkah Jika Aku Buaya
Siapa
sih yang ga kenal dengan binatang yang satu ini? Berkat lagu-lagu yang
diciptakan pada zaman ini, namanya membumbung tinggi, naik daun lah istilah
gaulnya. Gak kalah keren kan sama ulet bulu yang naik daun seumur hidupnya? Hehe…
Nah, kenapa sih buaya menjadi inspirasi bagi saya selaku penulis? Mari berkenalan
dengan para BUAYA, kan kalo ga kenal maka….. KENALAN lah !!!
Buaya merupakan hewan yang telah hidup sejak zaman pra
sejarah dengan beberapa kali tahapan evolusi. Waduuhh…. Evolusi? Binatang macam
apa tuh??? Tenang, evolusi bukan spesies yang baru ditemukan kok. Evolusi itu
adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup baik fisik maupun fisiologis
yang terjadi pada suatu organisme yang terjadi dalam waktu lama, bisa ribuan
bahkan jutaan tahun. ROAMING…..!!! Ga ngerti? Okeh akan saya jelaskan dengan
bahasa yang mudah dimengerti. Intinya dia telah mengalami modifikasi atau
transformasi. Tapi STOP untuk ngebayangin transformasinya kayak power ranger ya
(-_-‘’) Sungguh sangat jauh berbeda. Okeh, lanjutkan…!!
Secara
ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk
buaya ikan (Tomistima schlegelii). Buaya umumnya menghuni habitat seperti
perairan tawar (sungai, danau, rawa, dll), tapi ada pula yang hidup di air
payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya itu biasanya hewan bertulang
belakang (vertebrata) seperti ikan, reptil, dan mamalia. Loh kok reptil? Padahal
kan buaya juga reptil. Jadi reptil makan reptil dong? Sekedar informasi aja,
buaya itu kadang suka makan buaya kecil, makanya sang buaya betina suka membawa
anak-anaknya (yang tentunya buaya juga) di dalam mulutnya sebagai proteksi
gitu. Memang begitu besar ya pengorbanan seorang ibu. Jadi TERHARU :’) Selain vertebrata,
buaya juga suka moluska (hewan bertubuh
lunak) dan udang-udangan (bukan berarti udang boongan ya).
Beberapa
daerah di negara yang Bhineka Tunggal Ika
ini menyebut buaya seperti buhaya; baya atau bajul; bicokcok; bekatak, atau
buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk alias bogel; buaya julung-julung
untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya berwarna hijau; buaya
tembaga, yakni buaya berwarna kuning kecoklatan, dll. Sungguh beragam kan
Indonesia J
Nah itu sekilas perkenalan dengan buaya. So what?Tenang, bukan karena alasan itu
tulisan ini dibuat. Sekarang ini kan lagi nge-trend tuh istilah “buaya darat”.
Yups, istilah yang digunakan untuk menyebut laki2 yang sering mendua, mentiga,
dst. Tapi ada sedikit kesalahan tentang pemahaman istilah ini. Why?
Fakta
dari buaya jantan
Seekor buaya jantan
merupakan hewan yang paling setia terhadap pasangannya. Menurut animal planet yang yang pernah saya tonton, seekor buaya jantan hanya memiliki satu
pasangan saja seumur hidupnya. Keren ga tuh? Buaya jantan hanya akan kawin
dengan betina yang sama seumur hidupnya. Bahkan jika sang betina mati terlebih
dahulu, buaya jantan akan tetap menjaga janji setia sang pasangan dengan cara
tidak akan mengawini betina lain seumur hidupnya. Itulah mengapa tradisi
masyarakat betawi saat terjadinya pernikahan, sang mempelai pria akan
memberikan roti buaya kepada mempelai wanita sebagai janji sehidup semati. So sweet ga tuh binatang?
Trus kenapa ada istilah “buaya darat”? Sejarahnya berawal
dari desa Soronganyit. Pada tahun 1971, di sebuah daerah yang bernama
Soronganyit yang terletak di daerah Jember terdapat sebuah tambak buaya.
Buaya-buaya tersebut mempunyai jadwal rutin kapan di darat dan kapan di air.
Pada suatu hari pemilik tambak kehilangan seekor buaya jantan. Hal itu
menggemparkan satu desa hingga membuat penduduk ketakutan. Mereka mengurung di
rumah dan ada yang pergi ke dukun karena takut diserang buaya. Pada bulan
ketiga setelah kejadian itu, buaya tersebut ditemukan di salah satu desa
tetangga yang lingkungannya cukup kering dan tandus. Anehnya buaya tersebut
dapat bertahan hidup tanpa air selama tiga bulan dengan buaya betina yang entah
datang darimana dan tentunya bukan pasangan hidupnya yang sah. Lebih parahnya
lagi betina baru tersebut seumuran dengan anaknya sendiri. Maka sejak saat itu,
melalui mulut ke mulut jika ada lelaki yang mempunyai hubungan dengan wanita
bukan pasangan sahnya disebut lelaki BUAYA DARAT. Namun istilah tersebut tak bisa dipertanggung
jawabkan dan sangat bertentangan dengan sifat asli sang buaya yang setia.
Kasian si Mr. Buaya yang telah dicemarkan alias difitnah seperti itu. Jadi
jangan heran ya kalo ada kasus buaya makan manusia. Ya jelas aja mereka marah
karena difitnah kayak gitu. Hehehe (padahal beda kasus). Kalo ada lembaga
peradilan yang mewadahi aspirasi para buaya (ASLI), mungkin para komposer akan
dituntut secara perdata atau pidana. Wkwkwk. Jadi buat para komposer yang
menggunakan “buaya darat” untuk menggambarkan laki-laki yang tidak setia pada
lagu-lagunya harus meminta maaf kepada Mr. Buaya ya. Kalau para buaya bisa
berbicara, mungkin mereka akan berkata, “Trus salah gue terlahir sebagai buaya,
atau salah bapak-ibu gue karena melahirkan gue sebagai buaya?” Hehe. Oleh
karena itu, saya menulis ini untuk mewakili perasaan para buaya di seluruh
dunia. Hahaha….. Buaya asli tapinya ya :p
“Jadi, klo laki-laki
yang senang mendua, mentiga, dst sangat tidak pantas disebut sebagai buaya
karena bertentangan dengan sifat asli si Mr. Buaya, kira-kira binatang apa ya
yang pantas?”
Referensi:
Copyright ©yulianurulfa
Jumat, 29 Juni 2012
IDOLAKU ABU DZAR AL-GHIFFARI TOKOH GERAKAN HIDUP SEDERHANA
Nama aslinya adalah
Jundub bin Junadah Al Ghiffari, namun sering dikenal dengan Abu Dzar Al Ghiffari.
Beliau adalah lelaki yang berasal dari suku Ghifar. Bani Ghifar adalah qabilah
Arab suku badui yang tinggal di Kinanah, dusun terpencil di pegunungan yang
jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal
sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah
serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan
menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan. Mereka tidak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi contoh perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tak jadi soal bagi mereka. Dan celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam.
jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal
sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah
serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan
menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan. Mereka tidak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi contoh perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tak jadi soal bagi mereka. Dan celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam.
Abu Dzar Al Ghiffari termasuk seorang radikal dan
revolusioner. Telah menjadi watak dan tabiatnya menentang kebatilan di mana pun
ia berada. Dan kini kebatilan itu nampak di hadapannya, berhala-berhala yang
disembah oleh para pemujanya—orang-orang yang merendahkan kepala dan akal
mereka. Ia tidak mau menyembah berhala seperti orang lain pada masa itu.
Sesekali ia mengutip pajak dari pedagang yang lewat ke daerahnya, tetapi ia
bagikan harta rampasan itu kepada orang miskin.
Suatu hari datang kabar dari Mekkah Al Mukaromah bahwa
ada orang yang mendapatkan wahyu dari langit. Disuruhnya adikknya, Unais Al
Ghiffari (seorang penyair yang sangat piawai menggubah syair-syair Arab) untuk
mencari kebenarannya. Setelah diyakini kebenarannya, berangkatlah ia menuju
Mekkah berbekal hanya dengan air zamzam. Dari mulut ke mulut ia mengetahui
keberadaan Rasulullah SAW. Diantar Ali bin Abi Thalib, ia menemui Rasulullah. “Assalamu’alaykum,
ya Rasul Allah” adalah kalimat pertama yang keluar dari bibirnya. Ia tercatat
sebagai orang pertama yang mengucapkan salam kepada Nabi dengan salam Islam. Ia
masuk dan berbaiat di depan Rasulullah untuk berkata benar, walaupun pahit.
Tekadnya yang kuat mengantarkannya pada gerbang ke Islaman saat kebenaran itu
datang. Semangatnya yang tak kenal menyerah patut untuk dicontoh. Abu Dzar juga
berhasil mempengaruhi seluruh kaumnya untuk berbaiat di depan Rasulullah.
Abu Dzar Al Ghiffari pindah ke Madinah dan hidup
sederhana serta mencurahkan seluruh hidupnya untuk mencintai pemimpinnya, Rasulullah
SAW, sehingga Rasulullah memujinya, “Tidak ada orang di kolong langit dan di
muka bumi ini yang ucapannya lebih jujur daripada Abu Dzar”. Abu Dzar memang
selalu menepati janjinya pada Rasulullah untuk berkata benar, walaupun pahit.
Hal ini terbukti ketika ia selalu mengkritik kepemerintahan Khalifah Utsman bin
Affan yang mengistimewakan keluarganya. Ia mengkritik khalifah karena
memberikan uang dalam jumlah besar kepada Marwan bin Hakam, Harits bin Hakam,
dan Zaid bin Tsabit. Karena terus mendapat kritikan dari Abu Dzar, Utsman bin
Affan pun gerah dan memerintahkan Abu Dzar untuk pindah ke Damaskus, ibukota
Syiria. Di Damaskus pun Abu Dzar tidak henti mengkritik Muawiyah bin Abu Sufyan
selaku Gubernur Damaskus karena membangun istana al-Khadra’ (Istana Hijau) dan
hidup bermewah-mewahan dari harta kaum muslim. Karena selalu mengkritik
kepemerintahan khalifah yang tidak mau hidup sederhana, Utsman bin Affan
membuang Abu Dzar ke Rabadzah, sebuah dusun di tengah padang pasir yanga sepi
80 km di luar kota Madinah. Di sana Abu Dzar tinggal bersama istrinya dan
meninggal dalam keadaan sendiri seperti yang pernah dikatakan Rasulullah pada
Abu Dzar ketika ia terlambat datang pada perang Tabuk karena kendaraan Abu Dzar
mati.
“Hai Abu Dzar!
Engkau datang sendirian dan engkau akan mati sendirian. Nanti pada hari kiamat
engkau akan dibangkitkan sendirian juga”.
Kesimpulan:
Keberaniannya untuk selalu mengatakan kebenaran walaupun
pahit, walaupun harus dikucilkan patut dicontoh terutama untuk para aktivis
dakwah yang selalu menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar. Semangat dan tekadnya
mendatangi Rasulullah saat mengetahui agama yang benar, yaitu Islam telah
datang juga harus diacungi jempol. Kesetiaan untuk mengabdikan hidup pada
Rasulullah dan hidup sederhana menjadi penegur bagi kita (terutama saya) yang
masih terlena dengan kehidupan dunia dan kadang menomor duakan sunnah-sunnah
Rasulullah. Astaghfirullah…. Semoga kita bisa berbenah diri dan menjadi pribadi
yang kian baik :)
Ini idolaku selain Rasulullah, siapa idolamu??? ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)