Rabu, 20 Maret 2013

PHP

Postingan edisi #PHP
terinspirasi karena denger curhatan temen semalam. Sekedar berbagi kesimpulan pribadi, semoga ga salah. Check this out 😉

PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Pasti udah pada sering denger istilah ini kan? biasanya istilah ini rentan kaitannya dg masalah percintaan #eea. Gambarannya, si "pelaku" memberikan kebaikan atau perhatian lebih ke si "korban". Entah dg tujuan apa, yg jelas setelah itu ga ada follow up dr si "pelaku". Alhasil, si "pelaku" nampak biasa2 aja, sehingga si "korban" kesel yg pada akhirnya --> ngejudge "dasar PHP". Nah loh.... tp sebelum negative thinking, mari kita liat dari sisi yg berbeda 😌

Menurut saya, PHP itu GA ADA. Catet yak, klo perlu garis bawah, cetak miring, plus di bold justru yang ada tuh ILUSI HATI. Ilusi hati lah yg membuat pikiran si "korban" melanglang jauh, jauuuhhh sampe ke angkasa luar *lebay*, memberikan penafsiran yg salah dan mengartikan yg lebih. Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya "pelaku" PHP bs jadi FIKTIF. Karena bs jadi dia emang kayak gitu ke semua orang. I mean, itu sudah jd sifatnya (re: baik ke semua org). Nah yang PASTI ADA tuh sifat GEER "korban", yang notabene ada di semua manusia.


Jadi, sebelum menyalahkan orang lain, lihat dulu ke dalam dirimu. Renungi dg baik. Itulah ilusi hati, yg melaluinya lah syaithan mengambil peran. Makanya kita perlu beristighfar. Astaghfirullahal 'adzhiim. Jangan mau terperdaya. Jerat syaithan itu bnyk macamnya. Ilusi hati salah satunya. Udah ngarep2 tinggi, eh taunya salah --> kecewa deh. kesian 😛
*untung ga pernah ngerasa di PHP ini untuk hal kayak gini* AlhamduliLlah
Hati2 ya kawan, kekecewaan itu dekat dg keputusasaan loh. hiiy... 💀

Kesimpulan mengenai ilusi hati ini, saya dapat ilmunya dari bang Tere Liye. Semoga bermanfaat ya. Jadi.... "hati-hati dengan hati" ya 😁

Minggu, 20 Januari 2013

SURAT BALASAN UNTUK SETAN



Klo tadi si "setan" dah ngirim surat, skrg gantian dibales ya... kan ga sopan klo ga dibales, hehe ^_^
***
Kalau ama setan, bahasanya ngga usah sopan-sopan. Pake bahasa gua-elu aja
Eh Setan…
Gua denger dari Pak Ustadz, katanya sekarang banyak dari lu pada nganggur? Kenapa? Udah ngga ada kerjaan?
Memang sih dari dulu lu benci banget ama seluruh umat manusia? Emang kenapa sih, lu ngga suka banget sama kakek moyang gua? Apalagi pas Tuhan ngejadiin kakek moyang gua khalifah, pemimpin semua makhluk? Apa karena kita ini dibuatnya dari tanah dan lu dari api? Emang kalau dari api kenapa? Emang kalau dari tanah kenapa?
Atau lu cemburu ya sama Tuhan, karena bukan kakek moyang lu, yang namanya iblis itu yang kepilih? Dasar setan, ama Tuhan aja ngelawan
Tapi, kok Pak Ustadz bilang kalau lu itu efisien waktu ya?
Pantesan aja, pas dikutuk Tuhan turun untuk menjadi penghuni neraka jahanam, lu ngga nunggu waktu lama-lama ya? Langsung tancap gas ngegodaain kakek dan nenek moyangku, hingga mereka turun ke dunia yang kami tempatin saat ini.
Gua denger, lu juga konsisten ya? Terutama kalau soal ngengodain umat manusia untuk nemenin lu ke neraka. Lu kerahin semua yang lu bisa untuk menggoda manusia. Konsistensi lu emang yahud. Yang namanya udah dikutuk, emang gitu kali ya? Konsisten karena ngga ada pilihan. Hahahahaha.
Eh Setan…
Katanya di kalangan lu sekarang banyak yang nganggur? Beneran? Kenapa? Apa karena lu udah cape? Atau udah cukup jumlah temen lu di neraka sana?
Gua baru tau jawabannya ketika dalam tayangan televisi, gua liat ada razia ‘tempat hiburan malam plus plus’ pas bulan Ramadhan kemarin. Ketika semua orang pada ibadah, tempat hiburan malam itu tetap buka dan melayani syahwat para pengunjungnya.
Nah, kata Pak Ustadz, pada bulan Ramadhan itu semua setan dibelenggu, ngga bisa godain manusia. Kalau mereka yang berbuat dosa itu ngga lu goda, jadi kenapa mereka berbuat dosa? Berarti mereka udah sama dong sama lu? Mereka sudah jadi setan juga dong kalau begitu? Casingnya aja yang manusia.
Hiiii, ngeri juga ya. Berarti, setan yang ber-casing manusia itu ada dimana-mana dong? Yang punya uang tapi masih korupsi? Yang punya isteri atau suami tapi masih selingkuh? Mungkin yang mukanya baik hatinya nggak? Atau yang lebih parah, hatinya ngga baik plus mukanya ngga baik juga?
Jadi, mungkin saja kumpulan manusia kolektif yang saat ini sedang membantai saudara gua di jalur Gaza sana itu dari bangsa lu juga? Mereka udah kesetanan soalnya, hilang kemanusiaannya. Mungkin itu temen-temen lu ya yang lagi nyamar jadi manusia. Ngga tau diri tuh orang-orang.
Gua ngerti sekarang, pantesan aja para setan banyak yang nganggur. Tanpa digoda pun, banyak manusia sudah jadi setan. Kalau di dunia manusia, pengangguran itu merugikan. Nah, kalau di dunia lu para setan, kalau banyak setan nganggur karena udah ngga ada kerjaan buat godain manusia lagi, lu pada rugi nggak?
Setan, gua ngga pengen lu nganggur
Gua memohon sama Tuhan, bahwa lu harus bekerja keras buat godain temen-temen gua yang selalu memohon perlindungan-Nya, berusaha terus untuk mendekat kepada-Nya. Gua yakin lu ngga akan seneng kalau ngeliat temen-temen gua banyak bersedekah. Mereka ngga cuman punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), tapi juga punya NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat). Gua yakin, lu pasti keringetan godain orang-orang kampung yang miskin tapi nabung rupiah demi rupiah untuk pergi ke rumah-Nya.
Sori ya kalau gua sering ngga nanggepin lu. Gua ngga pengen jadi temen lu di neraka. Apalagi gua mesti jagain anak isteri gua supaya ngga ikutan lu juga.. Satu lagi yang mesti lu inget, lu harus bekerja ekstra keras godain temen-temen gua yang disayangi-Nya.
Selamat berjuang! Semoga gua ngga ketemu ama lu di akherat kelak.
Yang pasti, selamat deh dengan kepastian lu masuk neraka! Kesian deh lu :p

*copas dari
ecca_maniez114@yahoo.co*

SURAT DARI SETAN


Ah, sudah lama tak menghiasi blog ini dengan tulisan-tulisan... Mari menulis lagi ^_^
Semoga bisa jadi perenungan, sebenernya ini didapat dari 3 tahun yang lalu, hanya blom sempet di publish aja, selamat membaca :)
***
Hai manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Tuhan, tidak membaca Do’a, tidak sholat. Ini bagus sekali karena waktu akan tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk mengingat Tuhan.
Sesungguhnya engkau tidak membuang-buang masa. Pagi ini aku lihat engkau tidak berdoa setelah bangun. Bagus sekali!!! Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah sahabatku yang budiman. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan tidur. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah sayangku seperti puteri kayangan.
Aku lihat engkau jarang-jarang mengambil air Wudhlu dan bangun tengah malam untuk bermunajat pada Tuhan. Ini bagus sekali karena engkau tidak membazirkan pikiran dan tidak mengurangi waktumu. Aku lihat engkau tak pernah mengucap do’a waktu mau makan n mengucap syukur sewaktu selesai makan. Ini bagus, karena engkau tidak memenatkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut “thanks God, Alhamdulillah”. Ini bagus juga..
Semalam ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia suruh pergi tanpa engkau memberikan uang sesen ataupun seteguk air. Ini sangat bagus dan terpuji, karena engkau tidak membuang-buang uang dan tak membazirkan rezekimu yang melimpah-ruah yang diberi Tuhan kepadamu. Engkau seorang yang cerdas mengatur keuangan. Biarlah rezeki engkau untuk kegunaan engkau seorang, berholiday dan membeli kemewahan- kemewahan dunia. Aku lihat bila engkau bertemu dengan sahabat handaimu, engkau tidak mengucapkan salam. Engkau mengucapkan “What’s up brow!” Ini bagus juga karena engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti bahasa Inggris.
Engkau telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku. Di akhirat nanti, engkau dan aku dapat berjalan bersama-sama … . kita berpegang-tangan … menuju Neraka. wkkk wkk hahaaaahaaaaa
NB: Jangan beritahukan surat ini pada siapapun jika kamu masih menyayangiku dan bersedia selamanya menjadi sahabatku. Kita akan hidup abadi di akhirat bersama-sama, menyelami Neraka.
TTD
Sahabatmu Yang Tercinta.
Devil from Hell

*Copas dari
ecca_maniez114@yahoo.com*

Minggu, 02 September 2012

TIPS AMAN MEMILIH KOSMETIK

1. Jenis Kulit 
Ketahui dengan benar jenis kulit. Pilih kosmetik, seperti pelembab, foundation, atau bedak yang sesuai jenis kulit.

2. Hentikan Berbagai Kosmetik Pribadi
Ketika menggunakan tester di tempat umum, gunakan pada area lengan. Jangan ke wajah untuk mengecek warna. Kemudian langsung di cuci kembali.

3. Alergy Testing
Sebelum membeli kosmetik, harus perhatikan kandungan kimia dalam kosmetik tersebut. Apabila kulit bermasalah, gunakan kosmetik untuk kulit sensitif yang kandungan bahan kimianya telah teruji.

4. Jauhi dari Matahari
Simpan kosmetik anda dalam tempat yang tertutup, wadah yang jauh dari panas atau sinar matahari.

5. Cermati Lama Penyimpanan Kosmetik
Jangan gunakan kosmetik apabila usianya sudah lebih dari dua atau tiga tahun, karena dapat menyebabkan infeksi pada kulit serta iritasi fatal.


Referensi :
Pelayanan Informasi Obat (PIO) Farmasi Universitas Jenderal Soedirman

Sabtu, 01 September 2012

FIRASAT INI


            Saat itu langit mulai kelam, matahari beranjak pergi tuk kembali ke peraduannya. Ah, sudah sore rupanya. Aku tak ingat pastinya jam berapa saat itu, yang aku tahu birunya langit belum tergantikan oleh warna jingga keemasan. Aku yang tengah menonton tv sendirian di ruang keluarga dikejutkan dengan kedatangan lelaki tak dikenal. Wajah lelaki itu sungguh asing bagiku. Dia membuka pagar rumahku tanpa izin dariku dan memasuki rumah tanpa salam. Aku benar-benar terkejut karena kulihat dia sudah berada tepat di belakangku.
            “Kamu siapa???” tanyaku. Tapi dia hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanku. Aku berteriak, “Mamaaa…!!! Ada orang asing masuk ke rumah !! Maa…“. Aku benar-benar panik saat itu, tak tau harus berbuat apa untuk menghadapi lelaki yang sudah berdiri di depanku. Aku sungguh tak siap dengan kemungkinan yang akan terjadi kemudian. Seakan tersihir olehnya, akal ku buntu, tubuhku mematung. Aku hanya bisa berteriak meminta pertolongan. Ya, hanya itu cara yang bisa kulakukan.
            Mama yang mendengar suaraku, keluar dari kamarnya. “Astaghfirullah, ini siapa dek? Kenapa bisa kamu biarin dia masuk? “ tanyanya panik. Mama pun merasakan keterkejutan yang serupa denganku. “Pasti kamu lupa kunci pintunya”, tambahnya dengan wajah panik.
            Ya, aku akui itu memang kesalahanku yang lupa membuat pintu tetap terkunci. Astaghfirullahal ‘adzhiim. Aku sangat menyesali keteledoranku yang berujung seperti ini. Setelah kemunculan mama, aku seperti terlepas dari sihir, tak lagi mematung. “Kita usir dia!” seru mama. Aku pun langsung mendorong keluar lelaki tanpa identitas tersebut. Boro-boro identitasnya, bahkan wajahnya pun tak nampak familiar bagiku. Aku dan mama memaksa keluar lelaki tersebut, tapi itu sangat sulit. Kekuatan kami tak sebanding dengannya. Rasanya tak mungkin menghadapi dia yang bertubuh tegap lagi perkasa itu. Dengan susah payah kami mengusirnya, hingga akhirnya dia berhasil kami usir keluar. Tak cukup dengan pengusiran tersebut, aku berteriak meminta pertolongan tetangga sekitar karena saat itu yang terlintas dalam benakku mereka bisa membantu kami dengan menangkap lelaki asing itu. Namun rupanya itu hanya angan-anganku. Bantuan tak kunjung datang. Suasana di sekitar sunyi senyap. Tak ada orang yang bisa kumintai pertolongan. Kepanikanku kembali meningkat. Apalagi kulihat lelaki itu kembali mencoba masuk ke dalam rumah. Namun, kepanikanku mencapai batas maksimum karena kulihat pisau dalam genggamannya. Mata pisau itu memperlihatkan kilau ketajamannya. Bak mata elang yang hendak menerkam mangsa, begitulah pisau itu siap menghunus orang.
            “ Ma, ayo masuk ke dalam, cepetan..!!!” teriakku. Aku dan mama langsung berlari ke dalam. “Tutup pintunya !!” ujarku. Aku berharap dengan menutup dan mengunci pintu, setidaknya kami akan aman hingga bantuan lain datang. Mudah-mudahan tidak akan ada korban diantara kami. Namun harapanku harus pupus, saat ku lihat dia telah berdiri di depan pintu. Padahal pintu belum tertutup sepenuhnya apalagi terkunci. Kami berusaha mendorong pintu sekuat-kuatnya, tapi dia melakukan hal yang sama dari arah yang berlawanan. Alhasil, terjadilah saling mendorong pintu kala itu.
            Sungguh rasanya tak mungkin melawan kekuatan yang amat besar dari lelaki tersebut. “Masya Allah, aku udah ga kuat lagi,” kataku, “Sulit rasanya, Ya Rabb… tolonglah hambaMu ini.” Aku merintih. Namun, ku lihat mama tak berkata apapun. Dia terus saja mendorong pintu, walaupun peluh membanjiri tubuh dan tangannya pun telah gemetaran. Astaghfirullah… aku malu pada diriku sendiri. Aku hanya bisa mengeluh tak kuat. Bahkan sempat terlintas dalam benakku bahwa Allah SWT sungguh tidak adil, karena pertolonganNya yang dijanjikan bagi orang mukmin tak kunjung datang. Astaghfirullah. Subhaanaka inni kuntu minadz dzholiimiin.
            “Karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir tiada mempunyai pelindung”(QS. Muhammad : 11).
            Saking paniknya, aku lupa bahwa kakakku juga ada di dalam rumah. Sadar akan ketidakberdayaan kami, aku memanggil kakakku untuk ikut membantu. Lalu kami bertiga bersama-sama mendorong pintu agar segera tertutup. Namun lagi-lagi kami tak sehebat itu. Ini memang terasa aneh. Orang macam apa lelaki tersebut hingga memiliki kekuatan sebegitu dahsyatnya. “Apa… sebenernya apa yang diinginkan lelaki itu, hingga dia memaksa ingin masuk ke dalam rumah???” tanyaku dalam hati. Keadaan ini juga diperparah saat tangan kiri lelaki tersebut berhasil menyelinap di sela pintu yang masih terbuka dan mencengkram tangan kanan mama. Dia memaksa mama agar berhenti. Aku semakin takut, merasa diri ini begitu lemah dan tak berdaya. Aku tak mengerti aoa yang diinginkan oleh lelaki asing ini. Di tengah kepanikan, kulihat ayahku sedang berbaring di tempat tidur dan bersandar pada bantal. Aku sungguh tak tau kalau ada papa di dalam kamarnya yang tak jauh dari tempat kejadian saling dorong pintu. Aku berharap dengan kekuatan papa yang notabene satu-satunya pria di keluarga, kami dapat mengalahkan lelaki asing tersebut. “Papa…!!! Ayo bantuin” pintaku, “Pa, kita lagi dalam bahaya. Ini kan tugas papa sebagai kepala keluarga untuk melindungi. Jangan hanya berbaring aja!” Namun, papa tak memberikan respon sedikit pun. Padahal jelas-jelas matanya menatapku, tapi dia seakan mematung, diam membisu. Aku benar-benar kecewa. Aku benar-benar merasa Allah SWT sangat jahat padaku. Semua harapanku pupus, pertolonganNya tak kunjung datang. Banyak pikiran negatif berkelebat di benakku. Aku pun menangis sejadi-jadinya….

Dingin….
Ya, dingin yang kurasa di pipi. Rupanya air mata menetes deras dari kedua pelupuk mataku. Saat membuka mata dan tersadar, kulihat keadaan sekeliling tak ada yang berubah. Dan…. Apa ini? Kudapati diriku di kamar, padahal kejadian itu ada di ruang tamu, dekat pintu masuk. Aku langsung berlari ke luar kamar. “Alhamdulillah…. Itu cuman mimpi”, ujarku, “Astaghfirullah… mimpi macam apa itu? Terasa sangat nyata. Apa artinya? Semoga itu hanya bunga tidur aja”. Walaupun itu hanya sebuah mimpi, entah kenapa setiap kejadiannya masih terekam jelas di memori otakku. Ya, aku mengingatnya sebagai nightmare, mimpi buruk.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Namaku Liyan. Aku yang merupakan siswi kelas XII semester pertama di SMA favorit di kotaku menjalankan rutinitas sehari-hari. Mau tahu rutinitasku? Secara garis besar sih sekolah, les hingga malam, lalu pulang ke rumah. Umum lah buat orang yang akan menghadapi UN dan SNMPTN. Hehehe… Eitss, tapi semua itu ga cukup, harus disertai dengan doa, seperti shalat, tilawah, shodaqoh & amalan ibadah lainnya. Karena hanya Allah ‘azza wa jalla yang berkuasa atas segala sesuatu, jadi berdoa kepada-Nya adalah cara yang paling jitu kan? Balik ke soal mimpi itu, ingin rasanya aku cerita ke orang lain entang mimpi menyeramkan tersebut. Namun, aku urungkan ketika kuingat salah satu hadist yang mengatakan bahwa mimpi buruk sebaiknya tak usah dibicarakan.
            “Dari Rasulullah bersabda: … Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok : (1) Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. (2) Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari syaithan. (3) Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaknya  dia bangun dari tidur lalu mengerjakan sholat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain!....” (HR : Abu Hurairah).
            Entah hanya perasaanku saja, setelah mimpi tersebut aku sering mendapati jantungku berdegup kencang secara tiba-tiba. “Perasaan apa ini?” tanyaku dalam hati. Rasanya sangat sakit hingga aku sulit bernapas. Pernah aku rasakan hal tersebut saat berada di dalam mobil temanku seusai les. Anehnya, entah kenapa saat jantungku berdegup hebat, pikiranku selalu tertuju pada ayahku. Aku selalu mengkhawatirkannya. Maklum saja, sedari kecil aku lumayan sering mendengar kabar kecelakaan lalu lintas ayahku yang disebabkan penyakit penyempitan pembuluh darah di otaknya. Penyakit itu membuat ayahku kejang-kejang secara mendadak sehingga kecelakaan lalu lintas sangat mungkin terjadi saat dia berkendara. Alhamdulillah, begitu leganya saat aku dengar bahwa dia baik-baik saja saat ku hubungi. Lalu, “Kenapa ini?” tanyaku dalam hati, “Apa aku sakit?”
            “Aduh, astaghfirullah…. “, kataku saat berada di mobil temanku seusai les. Kupegangi dadaku. Tepat di jantung. Meringis kesakitan.
            “Kenapa Yan? Kamu sakit? Kok meringis gitu. Mukamu juga pucat. Yan…. Yan.. Yan…!!!” teriak temanku.
            Kira-kira seminggu telah berlalu. Bendera kuning telah menghiasi jalan menuju rumahku, karangan bunga juga sudah bertengger di depan rumah. Akhirnya aku mengetahui apa arti mimpi tersebut. Hari itu, 21 November 2010, ayahku resmi berpulang ke rahmatullah. Aku yang dijadwalkan mengikuti try out STAN di SMA ku tak lagi ingat. Aku terlarut dalam kesedihan dan sesak di dada. Tiba-tiba hapeku berbunyi. SMS. Rupanya dari sahabatku, Sita.
            “Yan, kmu jd ikut TO kan?” tanyanya. Namun, hanya ku balas singkat, “Enggak ta, aku ga bisa. Ayahku hari ini pulang ke rahmatullah. Meninggal”. Lalu disusul telepon darinya, dan kuceritakan semuanya dalam tangisan. Dalam sekejap kabar duka itu pun tersebar ke seluruh teman-teman dari SD hingga SMA. Aku juga heran. Mungkin inilah keajaiban teknologi. Ayahku mendapat serangan jantung mendadak pada dini hari. Padahal tiga hari sebelum kepergiannya, kami sempat makan bersama di salah satu restoran Jepang. Tak ada pesan, tak ada tanda akan kepergiannya, hingga aku teringat mimpi buruk tersebut. Lalu, aku coba mentakwilkan mimpi tersebut. Mungkin pria yang sangat ingin masuk ke dalam rumah meski aku, mama dan kakak mencoba menahannya adalah penggambaran malaikat izrail yang akan mencabut nyawa. Lalu, papa yang berbaring dan bersandar di tempat tidur, yang tidak bisa melakukan apa-apa adalah keadaannya yang tak mampu menghindari kematiann saat berada di depan mata. Rasa kecewa dan sedih hingga menangis sejadi-jadinya adalah keadaanku hari itu.
            “Sabar ya Yan, pasti Allah mempunyai rencana yang paling indah buat kamu dan keluargamu”, begitulah yang mereka katakan, “Semoga Allah memberikan tempat yang baik buat ayahmu dan mempertemukan kalian di syurga-Nya”. Aku amin-kan setiap doa mereka. Sambil menahan tangis, kuceritakan mimpi aneh kepada sahabat dan teman karibku.
            Sekarang aku bisa menerimanya meski kepergian papa yang tiba-tiba adalah shocking therapy bagi keluargaku. Satu hal yang sangat aku syukuri, banyak orang yang datang ke rumah untuk takziyah. Dari memandikan, dikenakan pakaian akhirat, didoakan, disholatkan hingga dikebumikan. Begitu banyak kemudahan yang Allah berikan, sungguh tak mempersulit kami. Begitu berlimpah doa untuk papa. Subhanallah. Semoga ini pertanda papa adalah orang baik dan kami keluarga yang baik-baik. Alhamdulillah. Aku sadari bahwa tak ada daya dan kuasa diri ini menghadapi Allah Yang Maha Perkasa. Bahkan jika keluargaku bersatu untuk melawan iradah Nya, tetap tak akan bisa menandingi kekuasaanNya. Ternyata aku memang tak memiliki apapun di dunia ini, semuanya hanya fana. Hanya Allah pemilik tunggal alam semesta beserta isinya, termasuk papa. Dia yang telah menciptakannya dan aku, menakdirkan kami bersama sebagai ayah dan anak, maka Dia berhak mengambilnya dan aku, suatu saat nanti. “Yaa Allah, aku telah ikhlas menerima ujian kesabaran ini, karena ku ingin naik kelas”. Aamiin 👼

Kamis, 12 Juli 2012

Salahkah Jika Aku Buaya


Siapa sih yang ga kenal dengan binatang yang satu ini? Berkat lagu-lagu yang diciptakan pada zaman ini, namanya membumbung tinggi, naik daun lah istilah gaulnya. Gak kalah keren kan sama ulet bulu yang naik daun seumur hidupnya? Hehe… Nah, kenapa sih buaya menjadi inspirasi bagi saya selaku penulis? Mari berkenalan dengan para BUAYA, kan kalo ga kenal maka….. KENALAN lah !!!
            Buaya merupakan hewan yang telah hidup sejak zaman pra sejarah dengan beberapa kali tahapan evolusi. Waduuhh…. Evolusi? Binatang macam apa tuh??? Tenang, evolusi bukan spesies yang baru ditemukan kok. Evolusi itu adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup baik fisik maupun fisiologis yang terjadi pada suatu organisme yang terjadi dalam waktu lama, bisa ribuan bahkan jutaan tahun. ROAMING…..!!! Ga ngerti? Okeh akan saya jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Intinya dia telah mengalami modifikasi atau transformasi. Tapi STOP untuk ngebayangin transformasinya kayak power ranger ya (-_-‘’) Sungguh sangat jauh berbeda. Okeh, lanjutkan…!!
Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk buaya ikan (Tomistima schlegelii). Buaya umumnya menghuni habitat seperti perairan tawar (sungai, danau, rawa, dll), tapi ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya itu biasanya hewan bertulang belakang (vertebrata) seperti ikan, reptil, dan mamalia. Loh kok reptil? Padahal kan buaya juga reptil. Jadi reptil makan reptil dong? Sekedar informasi aja, buaya itu kadang suka makan buaya kecil, makanya sang buaya betina suka membawa anak-anaknya (yang tentunya buaya juga) di dalam mulutnya sebagai proteksi gitu. Memang begitu besar ya pengorbanan seorang ibu. Jadi TERHARU :’) Selain vertebrata, buaya juga suka moluska (hewan bertubuh lunak) dan udang-udangan (bukan berarti udang boongan ya).
Beberapa daerah di negara yang Bhineka Tunggal Ika ini menyebut buaya seperti buhaya; baya atau bajul; bicokcok; bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk alias bogel; buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya berwarna hijau; buaya tembaga, yakni buaya berwarna kuning kecoklatan, dll. Sungguh beragam kan Indonesia J
            Nah itu sekilas perkenalan dengan buaya. So what?Tenang, bukan karena alasan itu tulisan ini dibuat. Sekarang ini kan lagi nge-trend tuh istilah “buaya darat”. Yups, istilah yang digunakan untuk menyebut laki2 yang sering mendua, mentiga, dst. Tapi ada sedikit kesalahan tentang pemahaman istilah ini. Why?
Fakta dari buaya jantan
Seekor buaya jantan merupakan hewan yang paling setia terhadap pasangannya. Menurut animal planet yang yang pernah saya tonton, seekor buaya jantan hanya memiliki satu pasangan saja seumur hidupnya. Keren ga tuh? Buaya jantan hanya akan kawin dengan betina yang sama seumur hidupnya. Bahkan jika sang betina mati terlebih dahulu, buaya jantan akan tetap menjaga janji setia sang pasangan dengan cara tidak akan mengawini betina lain seumur hidupnya. Itulah mengapa tradisi masyarakat betawi saat terjadinya pernikahan, sang mempelai pria akan memberikan roti buaya kepada mempelai wanita sebagai janji sehidup semati. So sweet ga tuh binatang?
            Trus kenapa ada istilah “buaya darat”? Sejarahnya berawal dari desa Soronganyit. Pada tahun 1971, di sebuah daerah yang bernama Soronganyit yang terletak di daerah Jember terdapat sebuah tambak buaya. Buaya-buaya tersebut mempunyai jadwal rutin kapan di darat dan kapan di air. Pada suatu hari pemilik tambak kehilangan seekor buaya jantan. Hal itu menggemparkan satu desa hingga membuat penduduk ketakutan. Mereka mengurung di rumah dan ada yang pergi ke dukun karena takut diserang buaya. Pada bulan ketiga setelah kejadian itu, buaya tersebut ditemukan di salah satu desa tetangga yang lingkungannya cukup kering dan tandus. Anehnya buaya tersebut dapat bertahan hidup tanpa air selama tiga bulan dengan buaya betina yang entah datang darimana dan tentunya bukan pasangan hidupnya yang sah. Lebih parahnya lagi betina baru tersebut seumuran dengan anaknya sendiri. Maka sejak saat itu, melalui mulut ke mulut jika ada lelaki yang mempunyai hubungan dengan wanita bukan pasangan sahnya disebut lelaki BUAYA DARAT.  Namun istilah tersebut tak bisa dipertanggung jawabkan dan sangat bertentangan dengan sifat asli sang buaya yang setia. Kasian si Mr. Buaya yang telah dicemarkan alias difitnah seperti itu. Jadi jangan heran ya kalo ada kasus buaya makan manusia. Ya jelas aja mereka marah karena difitnah kayak gitu. Hehehe (padahal beda kasus). Kalo ada lembaga peradilan yang mewadahi aspirasi para buaya (ASLI), mungkin para komposer akan dituntut secara perdata atau pidana. Wkwkwk. Jadi buat para komposer yang menggunakan “buaya darat” untuk menggambarkan laki-laki yang tidak setia pada lagu-lagunya harus meminta maaf kepada Mr. Buaya ya. Kalau para buaya bisa berbicara, mungkin mereka akan berkata, “Trus salah gue terlahir sebagai buaya, atau salah bapak-ibu gue karena melahirkan gue sebagai buaya?” Hehe. Oleh karena itu, saya menulis ini untuk mewakili perasaan para buaya di seluruh dunia. Hahaha….. Buaya asli tapinya ya :p
            Jadi, klo laki-laki yang senang mendua, mentiga, dst sangat tidak pantas disebut sebagai buaya karena bertentangan dengan sifat asli si Mr. Buaya, kira-kira binatang apa ya yang pantas?”
Referensi:

Copyright ©yulianurulfa

Jumat, 29 Juni 2012

IDOLAKU ABU DZAR AL-GHIFFARI TOKOH GERAKAN HIDUP SEDERHANA


Nama aslinya adalah Jundub bin Junadah Al Ghiffari, namun sering dikenal dengan Abu Dzar Al Ghiffari. Beliau adalah lelaki yang berasal dari suku Ghifar. Bani Ghifar adalah qabilah Arab suku badui yang tinggal di Kinanah, dusun terpencil di pegunungan yang
jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal
sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah
serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan
menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan. Mereka tidak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi contoh perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tak jadi soal bagi mereka. Dan celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam.
            Abu Dzar Al Ghiffari termasuk seorang radikal dan revolusioner. Telah menjadi watak dan tabiatnya menentang kebatilan di mana pun ia berada. Dan kini kebatilan itu nampak di hadapannya, berhala-berhala yang disembah oleh para pemujanya—orang-orang yang merendahkan kepala dan akal mereka. Ia tidak mau menyembah berhala seperti orang lain pada masa itu. Sesekali ia mengutip pajak dari pedagang yang lewat ke daerahnya, tetapi ia bagikan harta rampasan itu kepada orang miskin.
            Suatu hari datang kabar dari Mekkah Al Mukaromah bahwa ada orang yang mendapatkan wahyu dari langit. Disuruhnya adikknya, Unais Al Ghiffari (seorang penyair yang sangat piawai menggubah syair-syair Arab) untuk mencari kebenarannya. Setelah diyakini kebenarannya, berangkatlah ia menuju Mekkah berbekal hanya dengan air zamzam. Dari mulut ke mulut ia mengetahui keberadaan Rasulullah SAW. Diantar Ali bin Abi Thalib, ia menemui Rasulullah. “Assalamu’alaykum, ya Rasul Allah” adalah kalimat pertama yang keluar dari bibirnya. Ia tercatat sebagai orang pertama yang mengucapkan salam kepada Nabi dengan salam Islam. Ia masuk dan berbaiat di depan Rasulullah untuk berkata benar, walaupun pahit. Tekadnya yang kuat mengantarkannya pada gerbang ke Islaman saat kebenaran itu datang. Semangatnya yang tak kenal menyerah patut untuk dicontoh. Abu Dzar juga berhasil mempengaruhi seluruh kaumnya untuk berbaiat di depan Rasulullah.
            Abu Dzar Al Ghiffari pindah ke Madinah dan hidup sederhana serta mencurahkan seluruh hidupnya untuk mencintai pemimpinnya, Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah memujinya, “Tidak ada orang di kolong langit dan di muka bumi ini yang ucapannya lebih jujur daripada Abu Dzar”. Abu Dzar memang selalu menepati janjinya pada Rasulullah untuk berkata benar, walaupun pahit. Hal ini terbukti ketika ia selalu mengkritik kepemerintahan Khalifah Utsman bin Affan yang mengistimewakan keluarganya. Ia mengkritik khalifah karena memberikan uang dalam jumlah besar kepada Marwan bin Hakam, Harits bin Hakam, dan Zaid bin Tsabit. Karena terus mendapat kritikan dari Abu Dzar, Utsman bin Affan pun gerah dan memerintahkan Abu Dzar untuk pindah ke Damaskus, ibukota Syiria. Di Damaskus pun Abu Dzar tidak henti mengkritik Muawiyah bin Abu Sufyan selaku Gubernur Damaskus karena membangun istana al-Khadra’ (Istana Hijau) dan hidup bermewah-mewahan dari harta kaum muslim. Karena selalu mengkritik kepemerintahan khalifah yang tidak mau hidup sederhana, Utsman bin Affan membuang Abu Dzar ke Rabadzah, sebuah dusun di tengah padang pasir yanga sepi 80 km di luar kota Madinah. Di sana Abu Dzar tinggal bersama istrinya dan meninggal dalam keadaan sendiri seperti yang pernah dikatakan Rasulullah pada Abu Dzar ketika ia terlambat datang pada perang Tabuk karena kendaraan Abu Dzar mati.
            Hai Abu Dzar! Engkau datang sendirian dan engkau akan mati sendirian. Nanti pada hari kiamat engkau akan dibangkitkan sendirian juga”.

Kesimpulan:
            Keberaniannya untuk selalu mengatakan kebenaran walaupun pahit, walaupun harus dikucilkan patut dicontoh terutama untuk para aktivis dakwah yang selalu menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar. Semangat dan tekadnya mendatangi Rasulullah saat mengetahui agama yang benar, yaitu Islam telah datang juga harus diacungi jempol. Kesetiaan untuk mengabdikan hidup pada Rasulullah dan hidup sederhana menjadi penegur bagi kita (terutama saya) yang masih terlena dengan kehidupan dunia dan kadang menomor duakan sunnah-sunnah Rasulullah. Astaghfirullah…. Semoga kita bisa berbenah diri dan menjadi pribadi yang kian baik :)

Ini idolaku selain Rasulullah, siapa idolamu??? ^_^