Minggu, 23 Oktober 2011

MARI BERKENALAN DENGAN PROTEIN

Protein merupakan senyawa organik. Apakah senyawa organik itu? Senyawa organic adalah senyawa karbon yang relatif kompleks, karena tersusun dari atom-atom karbon yang saling berikatan dan membentuk rantai panjang. Rantai karbon itu akan berikatan dengan atom-atom lain, misalnya hidrogen, oksigen dan nitrogen.
Protein adalah sekelompok senyawa organik yang nyaris keseluruhannya terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen, serta kadangkala sulfur dan fosfor. Protein merupakan polimer alam yang tersusun dari banyak asam amino sebagai monomernya. Protein berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos, berarti ‘yang paling utama’. Mengapa protein sangatlah penting? Protein merupakan komponen terbesar dari tubuh manusia setelah air. Jumlahnya 1/6 dari berat tubuh manusia (1/3 dari jumlah tersebut terdapat di dalam otot, 1/5 terdapat pada tulang, 1/10 terdapat pada kulit, lalu sisanya terdapat pada berbagai cairan tubuh).

STRUKTUR PROTEIN
Struktur protein dibagi menjadi :
• Struktur primer : asam-asam amino dalam suatu protein tersusun dalam bentuk susunan linear

• Struktur sekunder : interaksi antara asam-asam amino yang terikat dari struktur primer sehingga mengakibatkan perlipatan, perpuntiran, bahkan perlipitan. Hal ini disebabkan oleh ikatan hydrogen yang ada pada asam amino tersebut. Bentuk-bentuk struktur sekunder adalah heliks α, lembaran berlipit dan heliks rangkap tiga (yang dimiliki kolagen).

• Struktur tersier : perubahan asam-asam amino dari struktur sekunder, misalnya perlipatan super (superfolding) atau pilinan rumit molekul tersebut sehingga menghasilkan bentuk bola. Konfigurasi tiga dimensi suatu protein seperti ini disebut konformasi. Hal ini selain disebabkan oleh ikatan hydrogen, dapat dipengaruhi oleh jembatan disulfide dan interaksi muatan.

• Struktur kuartener : merupakan agregasi (kumpulan) banyak polipeptida untuk membentuk protein tunggal yang fungsional.

FUNGSI PROTEIN
Jenis Protein Fungsi Contoh
Protein Struktural Pendukung Serangga dan laba-laba menggunakan serat sutera, masing-masing untuk membentuk kokon dan sarangnya. Kolagen dan elastin menyediakan suatu struktur serat dalam jaringan ikat hewan, seperti tendon dan ligamen. Keratin adalah protein rambut, tanduk, bulu, dan tempelan lain pada kulit.
Protein Simpanan Cadangan asam amino Ovalbumin adalah protein pada putih telur, yang digunakan sebagai sumber asam amino bagi embrio yang sedang berkembang. Kasein, protein susu, merupakan sumber utama asam amino untuk bayi mamalia. Tumbuhan memiliki protein cadangan dalam bijinya yang terlarut dalam endosperma.
Protein Transpor Mengangkut substansi lain Hemoglobin, protein yang mengandung besi dalam darah vertebrata, mengangkut oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lain. Protein transpor lainnya mengangkut molekul melewati membran sel.
Protein Hormonal Koordinasi aktivitas organisme Insulin, suatu hormone yang disekresi oleh pancreas, membantu mengatur konsentrasi gula dalam darah vertebrata.
Protein Reseptor Respon sel terhadap rangsangan kimiawi Reseptor yang ada di dalam membrane sel-sel saraf akan mendeteksi sinyal kimiawi yang dilepaskan oleh sel-sel saraf lainnya.
Protein Kontraktil Pergerakan Aktin dan myosin bertanggung jawab atas pergerakan otot. Protein kontraktil bertanggung jawab atas pergerakan atau getaran silia dan flagella, yang menggerakkan banyak sel.
Protein Pertahanan Perlindungan terhadap penyakit Antibodi menyerang bakteri dan virus
Protein Enzimatik Percepatan reaksi-reaksi kimiawi secara selektif Enzim pencernaan menghidrolisis polimer dalam makanan

KEKURANGAN PROTEIN
Kecukupan protein setiap orang berbeda-beda. Ini tergantung pada berat badan, umur, dan jenis kelamin serta banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif, seperti otot-otot dan kelenjar. Makin besar dan berat orang itu, semakin banyaklah jaringan aktifnya, sehingga makin banyak pula protein yang diperlukan untuk mempertahankan atau memelihara jaringan-jaringan tersebut. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya.
Kekurangan protein bisa menyebabkan :
• Kerontokan rambut.
Hal ini disebabkan karena rambut tersusun oleh 97-100% protein, yaitu KERATIN.
• Penyakit kekurangan protein atau biasa disebut kwashiorkor.
Diakibatkan karena kekurangan protein kronis pada anak-anak yang sering disebabkan beberapa hal, antara lain anak tidak cukup mendapat makanan bergizi, anak tidak mendapat asuhan gizi yang memadai dan anak mungkin menderita infeksi penyakit. Cara mendeteksi penderita busung lapar (kwashiorkor) ini dengan cara mengukur tinggi badan dan LIngkar Lengan Atas (LILA). Bila tidak sesuai dengan standar anak yang normal kurang dari 14 cm (standar WHO-NCHS) waspadai akan terjadi busung lapar. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan makanan yang bergizi pada anak berupa sayur mayur, buah-buahan, makanan yang mengandung karbohidrat (seperti nasi, kentang, jagung), makanan yang mengandung protein (telur, ikan ,daging) dll, kemudian dianjurkan pemberian air susu ibu (ASI) bagi anak berusia dari 0 bulan sampai dengan 24 bulan.
• Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan hingga menyebabkan kematian.
Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk paling sering ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan. Indikasinya adalah berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya, kulitnya melonggar hingga hanya tampak bagai tulang terbungkus kulit, tulang rusuk tampak lebih jelas atau tulang rusuk terlihat menonjol, dll.
SUMBER PROTEIN
Sumber protein terbagi menjadi protein hewani dan nabati. Protein hewani, misalnya daging, ikan, telur dan susu sapi. Protein nabati, contohnya susu kedelai, kacang-kacangan, kentang, dll. Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.
REFERENSI
Melilea. 2011. Manfaat Protein Bagi Tubuh Manusia. http://club-melilea.com/protein.html, diakses pada 23 Oktober 2011.
Anonim. 2009. Mengapa Protein Begitu Penting bagi Hidup Kita. http://www.chem-is-try.org/tanya_pakar/mengapa-protein-begitu-penting-bagi-hidup-kita/ diakses pada 23 Oktober 2011.
Anonim. 2010. Struktur Molekul Protein. http://sciencebiotech.net/struktur-molekul-protein/ diakses pada 23 Oktober 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar